Selamat Datang di Weblog Dr. Yonas Muanley, M.Th.Imanuel 2020

Tuesday, February 3, 2026

The Role of Educational Technology and Instructional Media in Digital Learning

The Role of Educational Technology and Instructional Media in Digital Learning

Educational Technology and Instructional Media in the Digital Age: Effective Learning Strategies for Higher Education

The rapid growth of educational technology in the digital age has transformed the way teaching and learning take place in higher education. Learning is no longer limited to physical classrooms; instead, it has expanded into digital environments that promote flexibility, accessibility, and learner-centered instruction.

Understanding Educational Technology in Higher Education

Educational technology refers to the systematic use of digital tools, media, and pedagogical strategies to enhance learning outcomes. In modern higher education, it includes learning management systems (LMS), digital learning platforms, multimedia resources, and interactive instructional designs that support both teaching effectiveness and student engagement.

The Role of Instructional Media in Digital Learning

Instructional media play a crucial role in helping educators deliver content more effectively and enabling students to understand complex concepts more clearly. Digital media such as educational videos, infographics, podcasts, and interactive modules have proven to increase motivation, participation, and meaningful learning.

Types of Digital Instructional Media

  • Visual media: digital presentations, charts, and infographics
  • Audio-visual media: instructional videos and educational animations
  • Interactive media: online quizzes, simulations, and learning applications
  • Web-based media: academic blogs, e-modules, and LMS platforms

Benefits of Educational Technology for Students

For students, the integration of educational technology provides greater access to learning resources, encourages self-directed learning, and develops critical thinking and digital literacy skills. Students become active participants in the learning process rather than passive recipients of information.

The Changing Role of Faculty in the Digital Age

In the digital era, faculty members are no longer viewed solely as content transmitters. Instead, they function as facilitators, instructional designers, and academic mentors. Effective educators carefully select technologies and media that align with learning objectives and student needs.

Strategies for Integrating Technology into Teaching

  • Designing courses based on Outcome-Based Education (OBE)
  • Using relevant and contextual digital instructional media
  • Encouraging collaborative and technology-supported learning
  • Implementing fair and objective online assessment methods

Challenges and Ethical Considerations

Despite its many advantages, the use of educational technology also presents challenges, including unequal access to technology, varying levels of digital literacy, and ethical concerns related to data privacy and academic integrity. Educators must adopt responsible and ethical approaches to ensure technology supports meaningful learning.

Conclusion

Educational technology and instructional media in the digital age offer strategic opportunities to enhance the quality of higher education. When used thoughtfully and pedagogically, digital tools can foster effective learning, innovation, and the development of essential 21st-century skills among students.


Written by:
Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif bagi Mahasiswa dan Dosen

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif bagi Mahasiswa dan Dosen

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif untuk Mahasiswa dan Dosen

Perkembangan teknologi dan media pendidikan di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pembelajaran di perguruan tinggi. Proses belajar-mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan berkembang ke arah pembelajaran berbasis teknologi yang lebih fleksibel, interaktif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Pengertian Teknologi Pendidikan di Era Digital

Teknologi pendidikan dapat dipahami sebagai penerapan prinsip, teori, dan alat teknologi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Di era digital, teknologi pendidikan mencakup penggunaan Learning Management System (LMS), media digital interaktif, platform pembelajaran daring, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dan multimedia sebagai sarana pembelajaran.

Peran Media Pendidikan dalam Pembelajaran Modern

Media pendidikan berfungsi sebagai perantara yang membantu dosen menyampaikan materi secara lebih efektif dan membantu mahasiswa memahami konsep secara lebih konkret. Media digital seperti video pembelajaran, infografik, podcast edukatif, dan modul interaktif terbukti meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan mahasiswa.

Jenis Media Pendidikan Digital

  • Media visual: presentasi digital, infografik, dan ilustrasi edukatif
  • Media audio-visual: video pembelajaran dan animasi edukasi
  • Media interaktif: kuis daring, simulasi, dan aplikasi pembelajaran
  • Media berbasis web: blog akademik, e-modul, dan LMS

Manfaat Teknologi dan Media Pendidikan bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa, pemanfaatan teknologi dan media pendidikan memberikan akses belajar yang lebih luas, mendorong pembelajaran mandiri, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif membangun pengetahuan melalui berbagai sumber digital.

Peran Dosen dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi

Di era digital, dosen tidak lagi berperan semata-mata sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator, desainer pembelajaran, dan pembimbing akademik. Dosen dituntut mampu memilih teknologi dan media yang tepat, sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mahasiswa.

Strategi Dosen dalam Mengintegrasikan Teknologi

  • Menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE)
  • Menggunakan media digital yang relevan dan kontekstual
  • Mengembangkan pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi
  • Melakukan evaluasi pembelajaran secara daring dan objektif

Tantangan dan Etika Penggunaan Media Digital

Meskipun menawarkan banyak manfaat, penggunaan teknologi dan media pendidikan juga menghadapi tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta potensi penyalahgunaan media. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan etis dan pedagogis agar teknologi benar-benar mendukung pembelajaran yang bermakna.

Kesimpulan

Teknologi dan media pendidikan di era digital merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Dengan pemanfaatan yang tepat, dosen dan mahasiswa dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.


Ditulis oleh:
Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Sunday, December 20, 2020

Selamat Natal dan Tahun Baru 2020

Hari kelahiran Yesus Kristus dirayakan oleh seluruh orang Kristen di seluruh dunia. Perayaan Natal ini biasanya dilakukan pada bulan Desember. Bulan ini selalu mengingatkan orang Kristen untuk sebuah peristiwa yang sangat penting yaitu kelahiran sang juru selamat. Tentu kita mengucapkan Puji Tuhan karena kita telah melewati Tahun 2020 dengan keadaan shalom atau Eirene. Shalom dan Eirene tentu memiliki makna yang seajalan, hanya saja asal katanya berbeda. Shalom berasal dari bahasa Ibrani dan Eirene dari bahasa Yunani. Dalam kesempatan ini tentu saya dan keluarga mengucapkan selamat natal kepada seluruh orang Kristen di Jagat Raya ini yang mengadakan perayaan Natal dan Tauhun baru 2021. Jadi, kami mengucapkan:



Kepada saudara-saudara seiman yang merayakan Natal pada bulan Desember tahun 2020, tentu kami mengucapkan selamat Natal 25 Desember 2020 dan selamat tahun baru 1 Januari 2021. Semoga kita tetap dalam penyertaan Tuhan untuk Natal tahun 2020. Selamat merayakan Natal 2020. TUHAN Yesus memberkati. Ia sudah memimpin kita dengan baik pada tahun 2020 dan terus memimpin kita di tahun yang akan datang.

Belanja di Bulan Desember

Menjelang Natal, orang-orang Kristen mempersiapkan diri dengan cara membeli pohon natal dan kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan perayaan Natal.

Sunday, October 25, 2020

Alat-alat Penopang Teknologi Pembelajaran Online

Beberapa bulan yang telah lewat, saya mendapat jadwal mengajar di salah satu Universitas Kristen tertua di Indonesia yang letaknya di bilangan Jakarta Timur. Saya diminta oleh Koordinator mata kuliah Etika Kristen dan Ketua Program Studi untuk mengajar mata kuliah Etika Kristen di mahasiswa semester 1. Para mahasiswa itu dibagi dalam kelas, saya mendapat kelas G. Kelas yang didalamnya ada mahasiswa perbankan dan hubungan internasionla. Setelah itu, beberapa hari kemudian, saya dihubungi seorang mahasiswa dan meminta izin untuk masukan nama saya di wa group kuliah Kelas G. Saya kemudian mengizinkannya. Lalu berselang beberapa waktu, saya ditelp untuk mengajar di Fakultas Hukum. Sayapun menyanggupkan untuk mengajar di kelas Hukum untuk mata kuliah Etika Kristen.

Sebelum kuliah tiba, saya bertanya kepada salah satu mahasiswa (admin wa group kelas Etika Kristen) tentang aplikasi kuliah online yang mereka pakai. Mahasiswa tersebut menjawab mereka menggunakan zoom. Ketika mendengar demikian sayapun mengiayakan dan berusaha download aplikasi zoom di hp untuk selanjutnya dipakai mengajar mahasiswa. Ternyata Hp saya memenorinya sudah penuh. Saya mencoba menghapus beberapa menu namun tetap tidak dapat download aplikasi zoom karena memori tidak memungkinkan.

Saya kemudian download di laptop dan berhasil. Hanya kendalanya yakni laptop keluaran tahun 2007 dan tidak punya mata (tidak ada camera) pada laptop tersebut. Saya kemudian bertanya kepada teman-teman di kantor. Ada yang menyatakan tidak bisa. Saya kemudian menelepon kepada teman yang biasanya menjadi langganan saya untuk service laptop. Teman itu katakan bisa. Sayapun respon dengan penuh semangat dan pergi ke tempat teman untuk instal camera web di laptop. Camera web yang saya pakai sesuai rekomendasi teman seharga Rp 260.000.00 (harga second).

Setelah itu saya pulang ke rumah dan keesokan harinya saya mulai menggunakan laptop saya yang sudah berusuia 12 tahun,10 bulan. Anda bayangkan saja laptop yang sudah berusia demikian. Pasti sangat hati-hati memnggunakan laptop demikian karena badan laptop rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu saya sangat berhati-hati menggunakannya. Sebenarnya ingin membeli laptop yang baru yang ada cameranya. Namun faktor histori dari laptop ini yang mengantar saya sukses menyelesaikan program Doktor Teologi (menggunakan laptop bekerja dapat duit) dan membayar uang kuliah dan beberapa kebutuhan saya dalam hal mengajar dan juga biaya kuliah anak maka saya belum mengganti laptop ini. Sebagai cadangan, saya membeli Samsung Tab A dan beberapa fasilitas mengajar online seperti camera web, headset dan tempat dudukan tablet seperti nampak dalam gambar berikut.

 

Foto di atas menunjukkan beberapa alat yang saya pakai sebagi media pembelajaran online. Media yang saya maksudkan yaitu melalui alat-alat tersebut saya menyampaikan pesan (materi ajar) kepada para mahasiswa secara online. Saya mengajar online dari kantor dan bahkan juga dari rumah dengan menggunakan alat tersebut di atas. Ada headp set game, yaitu alat yang dipakai untuk bermain game sambil berbicara. Saya membeli alat itu dengan harga Rp 140.000,00. Kemudian ada webcam yang letaknya di tengah didepan Tablet, lalu disamping Table ada tempat dudukan handphone dan Tablet. Bila dipasang Tablet pada alat dudukan di atas maka tampilannya sbb:


Berdasarkan apa yang saya tulis di atas, alat-alat penopang teknologi pembelajaran (belajar-mengajar) pada masa pandemi Corona-19 yakni:
1. Webcame. Bila punya laptop dan tidak punya camera maka kendala tersebut di atasi dengan cara beli webcame dan pasang di laptop. Ada yang langsung terinstal sendiri, kita tinggal ikut instruksi dan klik sampai finish.
2. Headset. Bila tidak jelas suara kita ketika menggunakan laptop untuk mengajar maka kita dapat menggunakan head set. Saya menggunakan head set gamer. Artinya head set yang dirancang untuk permainan game, kita dapat membeli dan menggunakannya. Tentu colok ke bagian headset (lubang) yang ada di laptop. Setelah itu kita dapat mengajar secara baik karena suara terdengar jelas kepada peserta yang menjadi peserta kuliah atau yang mengikuti mata kuliah yang kita ajarkan.
3. Tempat dudukan Tablet. Alat ini dijual di toko-tokok komputer atau tempat menjual asesori laptop dan handphone dll. Saya membeli tempat dudukan tab atau Tablet PGC Jakarta Timur
4. Tablet. Anda dapat membeli tablet dari mereka apa saja. Yang penting dapat dipakai untuk kuliah online dll.

Saya senang karena saya memiliki alat-alat di atas memlalui sebuah pergumulan panjang. Sebenarnya gampang untuk membelinya karena harganya tidak terlampau mahal. Misalnya salah satu alat teknologi pembelajaran online seperti  Samsung Tab A seharga Rp 2.500.000,00 dan headset seharrga Rp 140.000,00 serta alat untuk dudukan tablet seharga Rp 40.000,00

Dengan alat-alat yang telah disebutkan di atas, kini saya dapat menggunakannya dalam  mengajar secara online melalui aplikasi video conference seperti Google meet, Duo, Zoom dan Ms-Team dari mikrosoft. Aplikasi ini sudah tersedia dalam Samsung Tab A.. Saya tinggal download dan menggunakannya untuk keperluan pembelajaran online.

Bila Anda ingin memiliki alat-alat teknologi untuk mengajar online maka Anda dapat mencobanya sesuai kemampuan keuangan Anda. Ada yang bisa langsung membeli, ada pula yang harus menunggu beberapa waktu. Namun kerinduan yang baik pasti ada waktunya untuk dapat diwujudkan. Perwujudan itu dapat terjadi secara mujizat dan alamiah yaitu dengan menyisihkan pendapatan dan bila telah mencukupi maka dapat dipakai untuk membeli alat yang dimaksud. Memang benar bahwa pengeluaran besar dari seorang guru/dosen kadang tidak sebanding yang diperoleh dari honor mengajar. Namun kita tidak boleh menyerah, kita punya kemampuan yang Tuhan karuniakan dalam diri kita. Misalnya kita punya hobi tanam, kembangkan menjadi hobiyang menghasilkan uang. Bagi yang menulis, tulislah apa yang anda hendak bagikan untuk menjadi berguna dengan cara memanfaatkan blog, bila blog sudah berkualitas maka Anda akan terima penghasilan seperti bermitra dengan Advertising dll. Ini buka sekadar teori tetapi saya telah mengalaminya, bahkan lebih tragis lagi yaitu ditirunkan dari mobil sebelum sampai pada terminal. Bagi saya, itu sebuah proses yang menyakitkan tetapi ada manfaat dalam sisi tekne dan logia saya. Secara tekne saya diuji, untuk entrepreneur demikian juga secara logi saya diuji untuk entrepreneur. Ujungnya tercapai alat-alat penopang Teknologi Pembelajaran Online,

 Selamat memanfaatkan alat-alat penopang Teknologi Pembelajaran Online


Semoga bermanfaat 

Salam

Yonas Muanley

Monday, August 17, 2020

Kisah Senyum di 17 AGustus 2020

Kisah Senyum di 17 AGustus 2020

 Pada hari ini 17 AGustus 2020. saya mengikuti kegiatan memperingati Kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan cara ke kantor dan berdoa bersama untuk bangsa dan negara Indonesia yang hari ini memperingati hari kemerdekaan ke-75 tahun. Kami mulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan setelah itu melanjutkan dengan acara rohani yaitu membaca Alkitab dan merenungkan serta mendoakan secara bersama untuk bangsa dan negara, khususnya dalam peringatan hari kemerdekaan RI ke-75 tahun.

Kami hadir dalam jumlah orang yang terbatas dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak ketika ada bersama untuk kegiatan doa. Acara tersbut kami lakukan dalam kesederhanaan. Peringatan 17 AGustus kali ini kami lakukan dalam kesederhanaan sebagaimana yang menjadi himbauan pemerintah, khususnya DKI. Saya sebut demikian karena kantor tempat saya bekerja sebagai dosen terletak di wilayah DKI. 

Selanjutnya pukul 10.00 sesuai instruksipemerintah DKI (Gubernur) setiap orang dapat merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berdiri secara tegap selama beberapa menit dan melakukan perenungan akan kemerdekaan tersebut. 

Selanjutnya pada sore harinya saya membuka email, saya tersenyum karena permohonan saya ke google adsense diterima. Dengan demikian Anda dapat melihat peluang-peluang pesan sponsor yang muncul dalam laman blog ini. Blog ini memang dirancang khusus ntuk mata kuliah "Teknologi dan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen" di Sekolah Tinggi Teologi di mana saya mengajar sebagai dosen.

Menulis dan mempublikasi adalah hobi saya, khususnya melalui blogspot. Saya mulai hobi ini sejak 2007 dan secara serius menggumuli lebih dalam untuk menggunakan blog sebagai bahan ajar online sejak tahun 2010. Saya kemudian membuat sejumlah blog, salah satunya yaitu blog teknologi dan media PAK.

Siapa saja, apakah dosen, mahasiswa,ibu rumah tangga dan lain sebagainya berkarya melalui blog dan menghubungkannya dengan google. Google mempunyai beberapa produk, yaitu google search, google scholar (google akademia), google drive, blogspot, gmail, dan lain sebagainya. Saya menggunakan gmail dan blogspot serta google scholar untuk aktivitas saya sebagai dosen.

Sebagai dosen, saya sudah, sedang dan akan terus menggunakan blogspot, email dari gmail, google drive untuk dijadikan sebagai teknologi yang mendukung pembelajaran. Buktinya saya sudah membuat puluhan blog bahan ajar online dan ada di google. Ketika ada mencari blog bahan ajar online dari saya maka Anda tidak sulit menemukannya. Google sudah bosan dengan nama saya. Saya katakan demikian karena saya salah satu dosen teologi Kristen yang namanya paling banyak ditemukan di google search, sedangkan di google scholar (google akademis) juga sama, Anda akan menemukan nama saya (profil) sebagai penulis.

Intinya kita dapat menjadikan blog sebagai media memuat aktivitas kita sambil kita mencari peluang penghasilan di Google Adsense. Caranya daftar ke Google Adsense.


Salam

Yonas Muanley

Tuesday, March 10, 2020

Teknologi Transformasi Belajar

Teknologi Transformasi  Belajar
Teknologi Transformasi Belajar yaitu sebuah konsep tentang belajar yang membutuhkan alat untuk belajar yang lebih transformatif, yaitu:

1. Belajar menyelidik

Belajar menyelidik adalah belajar yang menekankan pada kemampuan seseorang dalam menggunakan proses dan prosedur intelektual untuk menyelesaikan masalah akademis maupun praktis yang dihadapinya.

Kemampuan belajar demikian dalam bidang ilmu alamiah disebut dengan “belajar menemukan” (discovery learning) atau kemampuan belajar menemukan, sedangkan dalam ilmu budaya, kemampuan belajar menemukan disebut dengan “belajar berkreasi” (creative learning).

Implementasi metode “belajar menemukan” di kelas untuk bidang-bidang kelimuan tertentu menyebabkan berkurangnya ceramah guru maupun dosen. Dengan kata lain, “belajar menemukan” membuat dosen meminimalisasi ceramah sepanjang awal pelajaran hingga akhir pelajaran.

Belajar menyelidik memberi ruang yang besar kepada peserta didik untuk menemukan sesuatu. Para peserta didik mendapat peluang yang lebih besar untuk peserta didik mengadakan penelitian atau mengadakan kegiatan meneliti secara mandiri maupun secara kelompok.
Metode belajar menyelediki membuat peserta didik memecahkan masalahnya sendiri (memecahkan persoalan hidupnya sendiri).
Sering terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu pengetahuan dan penerapannya mengalami perubahan yang relatif cepat.


2. Belajar mandiri

Belajar mandiri merupakan kelanjutan dari belajar menemukan. Belajar mandiri membentuk sebuah kemampuan dalam hal mendapatkan atau memperoleh pengetahuan dan menggunakan pengetahuan tersebut. Keberhasilan dalam kehidupan seseorang diukur dari kemampuan bertindak dan berpikir sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.
Belajar mandiri membutuhkan program belajar yang disertai petunjuk belanjar mandiri dengan bantuan guru yang minimal. Selain itu, belajar mandiri membutuhkan pelibatan peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajarnya sendiri. Belajar mandiri dapat kita lihat dalam program belajar yang diselenggarakan di UT dengan menggunakan modul belajar.

3. Belajar struktur bidang studi

Belajar strutur bidng studi memungkinkan materi atau informasi dalam bidang studi berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan. Pendekatan pembelajaran ini menganggap bahwa kemampuan manusia terbatas sementara informasi terus berkembang atau bertambah dan membanjiri kehidupan manusia. Kuatnya arus informasi demikian membuat pilihan-pilihan yang lebih bermakna. Pilihan tersebut yakni mempelajari gagasan umum yang dijadikan sebagai dasar dalam menyusun, menafsirkan, dan memperkirakan gejala yang ada dalam bidang studi itu. Dengan kata lain, setiap orang mesti mempelajari struktur bidang studi. Mempelajari struktur yang dimaksudkan disini dilakukan dengan cara berusaha memahami konsep, prinsip, prosedur, dan model teoritik (Yusufhadi Miarso, 2004:130)

4. Belajar mencapai penguasaan

Mesti diyakini bahwa setiap peserta didik belajar untuk menguasai apa yang dipelajarinya sesuai tujuan pelajaran yang telah ditentukan. Pencapaian tujuan pembelajaran ini menjadi standar bagi seluruh peserta didik atas tugas yang diberikan bersesuaian dengan kemampuannya. Kepada peserta didik diberikan bahan, waktu dan bimbingan yang diperlukan untuk keberhailan peserta didik.
Belajar mencapai penguasaan menjadi transformasi belajar yang diperlukan disamping 3 tranformasi belajar sebelumnya. Belajar mencapai penguasaan memungkinkan seseorang berkarya dalam masyarakat dan dunia kerja secara baik dan berhasil.

Sumber Intisari konsep transformasi belajar: Yusufhadi Miarso, 2004:130

Monday, March 9, 2020

Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran PAK

Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran PAK
Pendidikan Agama Kristen kepada peserta didik di sekolah formal dan perguruan tinggi tidak dilaksanakan di luar ruang dan waktu, ia terbuka dengan perkembangan yang tidak bertentangan dengan iman Kristen. Dengan demikian integrasi teknologi seperti penerapan teknologi tepat guna ke dalam Pendidikan Agama Kristen memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses belajar-mengajar.
Itulah sebabnya warga pembelajar Pendidikan Agama Kristen perlu memahami desain, relevansi dan penerapan teknologi pendidikan yang memungkinkan peningkatan minat peserta didik dan memotivasi mereka untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri.
Dalam aspek empiris sering ditemukan bahwa sebagian besar guru Pendidikan Agama belum secara signifikan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam proses belajar mengajar di kelas. Para guru lebih banyak menggunakan pendekatan konfensional. Dengan demikian perkembangan teknologi memotivasi pendidik Kristen untuk mengintegrasikan penerapan TIK ke dalam proses belajar-mengajar dalam pendidikan agama yang dilakukan di sekolah.
Dalam penelitian ditemukan bahwa ada pengaruh persepsi Guru tentang Kontribusi TIK terhadap Kinerja Murid dalam Pendidikan Agama Kristen. Semakin baik guru Pendidikan Agama Kristen memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran maka semakin baik pula kinerja peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dengan demikian kehadiran dan pemanfaatan teknologi sangat berguna dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Kini kemajuan internet memungkinkan warga pembelajar menggunakan sejumlah teknologi terapan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Misalnya pemanfaatan blended learning dalam Pendidikan Agama Kristen.
Dalam pembelajaran yang menggunakan blended learning, para warga pembelajar memiliki kesempatan belajar secara tatap muka, belajar secara mandiri dengan mendownload materi pelajaran dan melakukan kegiatan belajar mandiri tanpa koneksi internet. Sedangkan unsur lainnya yaitu pembelajaran online. Pembelajaran ini memungkinkan peserta didik berada di rumah maupun tempat kerja sambil menyelesaikan studi.
Perkembangan demikian tentu sangat membahagiakan guru/dosen dan peserta didik/mahasiswa.