Selamat Datang di Weblog Dr. Yonas Muanley, M.Th.Imanuel 2020

Monday, February 3, 2020

Visi dan Misi dan Tujuan Program Studi Homebase

Visi dan Misi dan Tujuan Program Studi Homebase
Perumusan visi, misi dan tujuan sebuah perguruan tinggi menjadi semangat yang olehnya para civitas akademika berkarya sesuai semangat tersebut. Visi sekolah tidak sekadar dirumuskan dan dipacang. Akan tetapi visi itu harus menjadi semangat juang para pimpinan perguruan tinggi seperti ketua dan para waket bersama staf, kaprodi, para mahasiswa dan dosen yang mengajar. Seluruh aktivitas di perguruan tinggi mengarah pada semangat visi dan waktu ketercapaiannya. Dalam hal ini ada homebase, saya punya homebase di STT ini. Oleh karena itu saya memposting apa rumusan visi, misi dan tujuan program studi di

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi dan Misi Institusi

Visi:

Menjadi Lembaga Pendidikan Teologi yang menghasilkan pelayan Tuhan yang hidup kudus, kuat iman dan penuh kasih Kristus dalam pelayanan dan pendidikan tahun 2023

Misi:
1. Menyelenggarakan pengajaran Teologi yang berciri Building Biblical Teology dan PAK yang Alkitabiah dan kontekstual
2. Melaksanakan penelitian dalam bidang teologi dan PAK
3. Melaksanakan pengabdian di gereja, sekolah dan masyarakat
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

VISI PRGRAM STUDI DI SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Visi Program Studi:

Menjadi Program Studi yang menghasilkan tenaga pendidik yang berkompetensi unggul dalam bidang pendidikan Kristen

Misi Program Studi:
1. Menyelenggarakan proses pembelajaran PAK sesuai firman Allah
2. Melaksanakan penelitian dalam bidang PAK berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Sesuai perkembangan zaman)
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat di gereja dan sekolah sebagai aplikasi hasil pembelajaran PAK
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

Tujuan Program Studi

1. Menghasilkan sarjana pendidikan Kristen yang memiliki ketrampilan dan pengertahuan teologi yang benar dan Alkitabiah
2. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang memiliki kompetensi unggul dalam pendidikan PAUD, Sekolah Dasar, serta Sekolah Menengah Pertama dan Atas
3. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang mampu melaksanakan penelitian dan pengembangan dunia Pendidikan Kristen
4. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang profesional dan terampil dalam pelayanan gerejawi dan sosial masyarakat


SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Teologi

Visi Program Studi:
Menjadi Program Studi yang menghasilkan teolog yang andal dalam menghadapi perkembangan zaman

Misi Program Studi:
1. Menyelenggarakan pengajaran teologi yang kontekstual
2. Melaksanakan penelitian teologi yang multikultural
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat di gereja dan masyarakat
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

Tujuan Program Studi:

1. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki ketrampilan dan pengertahuan teologi yang benar dan Alkitabiah
2. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki kompetensi unggul dalam pelayanan gereja dan masyarakat
3. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki kecakapan melaksanakan penelitian teologi yang berciri teologi Biblical dan pengembanganya bagi gereja dan masyarakat
4. Menghasilkan sarjana teologi Kristen yang profesional dan terampil dalam pelayanan gereja dan masyarakat

Sunday, February 2, 2020

Mata Kuliah Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen

Mata Kuliah Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen
Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen atau sering disingkat Teknologi dan Media PAK merupakan mata kuliah terapan dalam Program Studi Pendidikan Agama Kristen yang diselenggarakan di perguruan tinggi berbentuk Sekolah Tinggi Teologi yang ada di seluruh Indonesia maupun Universitas Kristen yang menyelenggarakan program studi Pendidikan Agama Kristen. Universitas Kristen yang dimaksud berada di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta kita kenal ada Universitas Kristen Indonesia, di Salatiga ada Universitas Satyawacana Salatiga, Universitas Kristen Petra Indonesia, Universitas Kristen Ambon (UKRIM), Universitas Duta Wacana Yogyakarta. Beberapa universitas ini ada Prodi Pendidikan Kristen, namun ada yang tidak menyelenggarakan program studi Pendidikan Kristen.
Sedangkan di Sekolah Tinggi Teologi, banyak yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Kristen. STT yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Kristen seperti:
1. STT IKSM Santosa Asih
2. STT Rahmat Emmanuel Jakarta
3. STT Bethel The Way
4. STT Bethel Indonesia
5. STTF Jakarta
6. STT Samuel Elizabet
7. STT Hagios Mission
8. STT Injili Indonesia
9. STT Injili Arastamar
10.STT Moriah Banten
11.STT Pelita Dunia Banten
12.STT Pelita Bangsa
13.STT Pelita Hati
14.STT Tiranus Bandung
15.STT Imanuel Ministry El Shadday
16.STT Sola Fide
17.STT Pais Jakarta
18.STT Stars Luwuk Banggai
Sementara Beberapa STT dan Institut di Luar Pulau Jawa seperti:
1.Institut Kristen Borneo
2.STT Johanes Calvin di Bali
3.STT Syalom Nias
4. STT Kasih Mentawai
5. STT Real Batam
6.STTII Medan
7.STT Ebenhaezer Tanjung Enim
8. STT Baptis Medan
9. STT GKE (Kalimantan Evangelist)
10. STT Eklesia Pontianak, Kalimantan Barat
Program Studi Pendidikan Agama Kristen di STAKN dan Institut
1. STAK Negeri Manado
2. STAK Negeri Palangkaraya
3. STAK Negeri Ambon (kini berubah menjadi Institut Agama Kristen Negeri Ambon)
4. STAK Negeri Sentani Papua
5. STAK Negeri Tarutung (Kini berubah menjadi Institus Agama Kristen Negeri Tarutung)

Perguruan Tinggi Kristen yang disebutkan di atas, tidak secara menyeluruh karena masih ada banyak perguruan tinggi berbentuk Universitas, Institut dan sekolah Tinggi Teologi serta Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri maupun Swasta yang saya tidak sebutkan semuanya. Tentu terlalu banyak.

Hal yang hendak saya katakan disini yakni Teknologi dan Media Pembelajaran Agama Kristen menjadi mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa yang mengambil program studi Pendidikan Agama Kristen di perguruan tinggi yang dipilihnya untuk menjadi tempat ia menyelesaikan studi menjadi pendidik profesional. Pendidik profesiona harus memiliki latar belakang studi yang sesuai prosedur akademik, yaitu waktunya 4 tahun untuk sarjana, sedang 2 tahun untuk magister Pendidikan Kristen. Tidak boleh studi Sarja ditempuh dalam studi singkat hanya beberapa bulan. Harus benar-benar studi sehingga memberi kualitas pengajaran kepada peserta didik.

Semoga bermanfaat

Salam

Teknologi Presentasi Materi Berbasis Mobile

Bahan AJar Online Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Hari ini Minggu tanggal 02 02 2020 tanggal yang unik. Saya bersama isteri dan anak menghadiri ibadah. Dalam ibadah tersebut ada kelas pendalaman iman dengan materi yang diambil dari Alkitab. Saya sampaikan ini karena blog ini adalah blog Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen.

Saya dan isteri bersama anak sulung berkunjung ke sebuah gereja yang ada di Cinere, yaitu Gereja Presbiterian. Sebagai orang baru yang berkunjuung ke gereja tersebut, saya dan isteri serta anak saya dipersilahkan mengikuti kelas pendalaman materi pelajaran rohani yang diambil dari Alkitab. Topik pembahasannya tentang Perjamuan Kudus. Hal yang membuat saya tertarik dari sisi Teknologi dan Media pembelajaran yaitu pembicara atau pengajar menyampaikan dengan media yang mobile, yaitu sebuah iPad dengan tulisan Samsung dan sebuah media presentasi yaitu infokus mini bertuliskan LG. Saya kemudian memperhatikan hasil presentasi dengan teknologi dan media yang bersifat mobile. Ternyata sangat memuaskan. Saya kemudian mengambil foto melalui handphone yang saya bawa. Saya foto infokus mini tersebut dengan iPad Samsung yang dipakai oleh pembiacara di gereja.

Saya kemudian berusaha mencari di Google untuk dapat membeli kemudian menggunakannya dalam proses pembelajaran di STT di mana saya mengajar. Teknologi dan media yang dipakai itu seperti ini.


Gambar di atas adalah LCD untuk presentasi materi yang saya maksudkan di atas. LCDnya begitu kecil, mudah dibawa kemana-mana, dapat diletakkan di atas meja dan dipantulkan ke layar presentasi. Sementara Media untuk memunculkan materi yaknni menggunakan teknologi mobile dari Tablet dari merek hp tertentu seperti Tab S4. Taablet ini dapat dipakai untuk menggantikan laptop dalam mengerjakan pekerjaan seperti mengetik dan membuat presentasi.

Tablet ini diletakkan di atas meja, kemudian pembicara mulai mengajar peserta yang hadir dalam ruang pendalaman materi Alkitab untuk pendalaman iman. Acara prsentasi berlangsung secara baik. Bila dibanding dengan Laptop, presentasi dengan Tablet seperti menggunakan yang saya sudah sebutkan. Tentu ada banyak tablet yang kita dapat gunakan. Hanya sajayang saya lihat adalah sang pembicara dalam materi pendalaman iman tersebut menggunakan tablet G Tab S4.
Alat di atas dapat juga dipakai dalam proses pembelajaran di Sekolah Tinggi Teologi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita dapat masuk ruang kuliah dengan membawa LCD seperti yang saya cantumkan di atas dan membawa handphone atau Tablet ke dalam ruang kuliah dan melakukan proses pembelajaran secara menyenangkan dan efektif mencapai hasil pembelajaran.

Proyektor yang saya maksudkan di atas adalah proyektor mini untuk presentasi. Dalam hal ini, sudah ada perkembangan teknologi proyektor yang lebih mobile seperti proyektor mini,seperti eLG atau diluncurkan eLG yaitu eLG Bluetooth Minibeam yang menggunakan wireless sehingga presentasi sebuah materi menjadi lebih efektif.



Haikat serta Tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran

Haikat serta Tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran
Bahan AJar Online Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Pada postingan artikel ini saya merevisi artikel terdahulu yang beberapa bagian mengandung unsur pelagiarism, maka saya mencoba menulis ulang untuk menghindari pelagiarism. Dengan kata lain 0 % Pelagiarism. Saya berusaha menggunakan tools pelagiarism untuk mengecek artikel hakikat dan tujuan Teknologi dan MediaPembelajaran. Hasilnya saya sudah katakan tidak ada unsur pelagiarsm dalam artikel ini. Saya menggunakan tools Pelagiarmuntuk mengecek unsur pelagiat. Hasilnya artikel ini unik. Unik karena tidak ada pelagiat didalamnya. Setelah memastikan unsur yang memastikan bahwa tidakada pelagiat maka saya terbutkan artikel dengan judul hakikat, tujuan dan Media Pembelajaran.

Hakikat Media Pembelajaran

Bicara tentang hakikat dan tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen maka kita mesti memastikan bahwa pada hakikatnya teknologi sebagai alat ciptaan manusia memang ada. Keberadaan teknologi itu setua dengan kehadiran manusia di bumi. Artinya pada waktu manusia pertama yaitu Adam dan Hawa dicipta oleh Tuhan dan ditempatkan di taman Eden seperti yang disampaikan dalam teks suci Kejadian 1 dan 2, kita dapat penegasan bahwa manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk “memelihara dan mengusahakan taman di mana mereka ditempatkan”. Perintah ini menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan menghasilkan tekne dari loginya untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupannya di bumi ciptaan-Nya.

Saya telah katakan bahwa manusia adalah manusia bertekne dan logi. Dua hal ini dapat kita perhatikan dalam kata “manusia dicipta segambar dan serupa dengan TUHAN. Sebagai manusia yang dicipta segambar dan serupa, manusia memiliki kemampuan logi untuk bertekne (melakukan kerajinan dalam menghasilkan sesuatu yang kita sebut alat). Dalam tekne ini ditopang dengan logi. Dengan demikian dalamteknologi berpadu logi dan kerajinan/kesenian.

Mungkin apa yang saya katakana di atas belum dipahami secara baik. Oleh karena itu saya beri contoh saja. Misalnya ketika petani hendak menanam padi di ladang pindahan, biasanya mereka memotongkayu dan merunjung menjadi tajam. Perhatikan dalam membuat alat ini, ada hasil pikiran dan seni dalam meruncing kayu. Seni atau bentuk meruncing kayu tersebut sesuai dengan seni yang ada pada yang meruncing kayu tersebut untuk menanam pada atau jagung di ladang.
Sampai pada uraian ini, kita tegaskan bahwa teknologi secara esensi ada karena adanya manusia. Teknologi itu berkembang sesuai perkembang ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Perkembangan teknologiitu menghasilkan beberapa klasifikasi teknologi yaitu teknologi sederhana sampai teknologi canggih yaitu teknologi yang berhubungan dengan arus listrik dan internet (terhubungnya computer di seluruh dunia.

Teknologi ini kemudian menjadi media. Artinya melalui teknologi manusia mendapat informasi. Informasi itu bermacam-macam. Misalnya dalam konteks mengajar, informasi yang dimaksudkan dalam pengertian teknologi sebagai media yaitu isi pelajaran. Melalui media, para pendidik professional dapat menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik.
Salah satu pendapat yang searah dengan pernyataan saya dalam deskripsi diatas yaitu Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berhubungan dengan penggunaan alat dan media di dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran

Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran

Pemanfaatan teknologi sebagai media dalam proses belajar mengajar (pembelajaran) mempunyai tujuan. Dengan demikian tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran dalam Pendidikan Agama Kristen. Saya mengutip pendapat Achsin (1986:17-18) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah:
(1) terjadinya proses pembelajaran yang tepat guna dan berdaya guna (Efisiensi)
(2) memudahkan pendidik (guru dan dosen) dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik
(3)memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang diajarkan pendidik (guru dan dosen)
(4) memunculkan keinginan dari dalam diri peserta didik untuk mendalami pengetahuan pada tingkat yang lebih baik /banyak dalam merespon pengajaran guru maupun dosen
(5) meminimalisasi salah pengertian antar peserta didik terhadap materi yang diajarkan guru maupun dosen
Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah:
(1) Efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran
(2) Meningkatkan kemauan belajar peserta didik
(3) Terjadinya variasi metode pembelajaran
(4) Peningkatan aktivitas peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dan belajar

Saturday, February 1, 2020

Fungsi dan Kegunaan Media Pembelajaran

Fungsi dan Kegunaan Media Pembelajaran
Bahan Ajar Mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran PAK online kali ini menurunkan artikel tentang Fungsi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

Bila kita hendak menggunakan media pembelajaran maka kita mesti memikirkan apa fungs Media pembelajaran. Setelah itu kita berusaha menggunakan media pembelajaran. Kita menggunakan karena kita sudah tahu fungsi media pembelajaran. Adapun fungsi media pembelajaran yakni:

(1) Setiap peserta didik memiliki pengalaman belajar yang berbeda. Dengan demikian tujuan menggunakan media yaitu upaya mengatasi keterbatasan pengalaman yang ada dalam diri setiap peserta didik. Misalnya cerita tentang Yunus yang ditelan ikan besar. Ikan besar tersebut dapat diumpamakan dengan ikan sebesar hiu. Ada peserta didik yang karena tinggal di pesisir pantai sehingga tidak asing lagi ikan hiu, sementara mereka yang belum pernah melihat hiu, pasti bertanya-tanya tentang apa itu hiu dan besarnya seperti apa. Disini pengalaman peserta didik berbeda dalam sebuah objek belajar yaitu tentang ikan hiu. Peserta didik yang sudah pernah ke Ancol, akan melihat ikan-ikan besar seperti lumba-lumba dan hiu. Sementara yang lain belum. Inilah yang dimaksud dengan pengalaman yang berbeda dalam hal suatu pengalaman belajar. Dengan mengunakan media seperti menunjukkan kepada anak melalui gambar hiu atau menunjukan melalui video Yutube.

(2) Media berfungsi untuk melampaui ruang belajar. Dalam hal ini pengalaman belajar tidakdapat terjadi secara langsung. Itulah sebabnya sebagiannya menggunakan media. Dengan begitu media berguna mengatasi keterbatasan ruang belajar atau melampaui ruang belajar. Ada pula objek belajar yang sulit dilihat dengan mata telanjang, perlu media
(3) Fungsi media pembelajaran yaitu media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungan belajar.
(4) Peggunaan media pembelajaran berfungsi membuat keseragaman dalam hal pengamatan
(5) Media belajar bermanfaat untuk memberi kontribusi dalam hal konsep atau pemahaman yang benar, konkrit dan sesuai fakta
(6). Fungsi media pembelajaran yaitu media menolong peserta didik dalam peningkatan kemauan belajar
(7) Media belajar bermanfaat untuk mendorong atau faktor intrinsik peserta didik untukbelajar
(8) Media pembelajaran berfungsi memberikan pengalamanbelajar yang menyeluruh mulai dari yang konkrit sampai abstrak

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi dan media pembelajaran mendatangkan ragammanfaat bagi guru dandosen serta peserta didik dan mahasiswa dalam hal pembelajaran yang berlangsung dalam proses pembelajaran maupun belajar di rumah, kost, apaertemen dll.

artikel di atas memenuhi unsur 100 % unik, bebas plagiarism.

Semoga bermanfaat

Kriteria Media Pembelajaran

Kriteria Media Pembelajaran
Bahan Ajar Online Teknologi dan Media PAK dengan artikel Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran menjadi salah satu hal penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajaran sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Karena penggunaan media pembelajaran menjadi suatu hal yang penting maka perlu diketahui yaitu kriteria memilih madia pembelajaran. Kriteria yang dimaksud antara lain:

(1) Perumusan Tujuan Pembelajaran

Saya sengaja menggunakan kata perumusan tujuan pembelajaran untuk menegaskan bahwa pembelajaran didasarkan pada tujuan yang dihasilkan dari proses perenungan, pengamatan bahkan mengandung unsur filosofis yaitu berpikir mendalam dalam mendapatkan tujuan pembelajaran. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut, seorang guru atau dosen memilih media. Jadi, pilih media pembelajaran itu disesuaikan dengantujuan. Ada tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu jangan kita memilih media secara asal-asalan. Pilih media sesuai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Perumusan tujuan pembelajarandapat dilakukan oleh team tetapi juga secara mandiri oleh guru dan dosen yang mengajar. Namun sebaiknya secara team. Bila belum ada rumusan yang dilakukan oleh team maka kita dapat merumuskan sendiri. Misalnya Anda diminta mengajar MK. Okultisme, bila belum ada tujuan yang dirumuskan maka kita (dosen) dapat merumuskan tujuan pembelajaran Okultisme yaitu: “Mahasiswa mampu mengusir setan dalam namaYesus”. Berdasarkan tujuan ini, silakan buat materi pelajaran yang terdiri dari teori dan praktik (praktik usir setan)


(2) Unsur tepat guna

Pilih media pembelajaran dari unsur yang kedua yaitu aspek tepat guna. Tepat guna disini berhubungan dengan materi. Bila materi yang disampaikan adalah objek yang bisa ditunjukkan dengan gambar maka pilihlah media gambar, demikian juga materi yang memerlukan suara atau praktik tertentu. Dalam hal ini bila mengusir setan dalam nama Yesus maka pilihan media adalah video. Pertunjukkan kepada peserta didik video tentang cara menengking setan dalam nama Yesus. Setan apapun takut akan nama Yesus.

(3) Pertimbangan pada situasi dan kondisi peserta didik

Media memang sangat efektif dalam proses pembelajaran. Namun kita juga harus melihat situasi peserta didik. Bila peserta didik tidak dapat mengakses internet maka para guru tidak dapat menggunakan media audio visual seperti Youtube, demikian juga tugas-tugas seperti prin tugas dalamprin berwarna, sementara situasi peserta didik tidak memungkinkan

(4) Menggunakan Media yang ada

Dalam menggunakan media pembelajaran, tidak dapat memaksakan diri harus adamedia seperti Infokus dll. Oleh karena itu peka terhadap stuasi. Media apa yang tersedia, pergunakan secara baik. Bila guru memiliki rejeki, maka guru dapat berkorban untuk membuat sebuah mdia sehingga berlangsung pembelajaran dengan ragam media pembelajaran.

(5) Biaya

Media pembelajaran tidak harus mahal. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada. Jangan sampai biaya terlalu besar dalam menghadirkan media sementara hasil yang dicapai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli media pembelajaran

Tuesday, January 28, 2020

Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan
Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Teknologi Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah terapan dan keahlian dalam Program Studi yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi berbentuk Universitas. Mereka yang memilih program studi teknologi pendidikan bertujuan untuk menjadi seorang profesional dalam bidang teknologi pendidikan. Itulah sebabnya ada beberapa Universitas yang menyelenggarakan Program Studi Teknologi Pendidikan. Untiversitas yang dimaksud yakni:

1. Universitas Negeri Malang
2. Universitas Negeri Jakarta
3. Universitas Pendidikan Indonesia
4. Universitas Negeri Semarang
5. Universitas Negeri Yogyakarta
6. Universitas Negeri Padang

Bagi Anda yang punya bakan teknologi dan ingin mempersiapkan diri untuk menjadi berguna bagi orang banyak maka Anda dapat memilih di universitas yang menyelenggaran program studi yang dimaksud, dan setelah selesai Anda dapat memilih bekerja sebagai pendidik profesional maupun pekerjaan non edukasi yang juga bergerak dalam bidang teknologi. Namun cocoknya yakni anda harus bergabung dalam dunia pendidikan karena namanya saja Program Studi Teknologi Pendidikan. Agak aneh kalau Teknologi Pendidikan kemudian menjadi ahli hukum. Bisa saja itu terjadi tetapi jika itu terjadi maka salah pilih program studi. Ya teorinya demikian namun kenyataannya bisa berbeda. Ada lagu buah semangka berdaun sirih.

Teknologi Pendidikan tidak hanya bicara alat tetapi ide-ide dan kerajinan yang bercampur menjadi teknologi. Dalam tenologi pasti ada ide dan alat. Alat tidak akan ada tanpa ide. Keduanya berjalan bersama-sama. Menurut wikipedia, “teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja belajar. Studi dan etika praktik tersebut dapat melalui penciptaan, penggunaan, pengaturan proses, dan sumber daya teknologi (id.Wikipedia.org). Namun apakah definisi teknologi ini membuat seseorang memahami secara tepat tentang teknologi.Jawabannya bisa ya dan tidak!

Di atas saya telah katakan bahwa pemhaman tentang teknologi itu sedemikian penting. Dikatkan demikian karena teknologi Pendidikan dapat dimengerti dalam beberapa dimensi yaitu proses dan terpadu. Kompleks dan terpadu itu disebabkan karena melibatkan subjek yaitu pelaku yang dalam hal ini manusia, atau teknologi melibatkan orang sebagai pemikir dan penghasil alat serta pengguna, selanjutnya ada prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, mengelola pemecahan masalah yang mencakup semua aspek belajar manusia.”(Wikipedia). Jadi, tidak sesederhana arti tentang teknologi. Teknologi memiliki arti yang luas dan dalam. Itulah sebabnya belajar tidak pernah berhenti pada satu tahap penemuan tertentu. Belajar selalu berlangsung.

Salam