Selamat Datang di Weblog Dr. Yonas Muanley, M.Th.Imanuel 2020

Tuesday, February 3, 2026

The Role of Educational Technology and Instructional Media in Digital Learning

The Role of Educational Technology and Instructional Media in Digital Learning

Educational Technology and Instructional Media in the Digital Age: Effective Learning Strategies for Higher Education

The rapid growth of educational technology in the digital age has transformed the way teaching and learning take place in higher education. Learning is no longer limited to physical classrooms; instead, it has expanded into digital environments that promote flexibility, accessibility, and learner-centered instruction.

Understanding Educational Technology in Higher Education

Educational technology refers to the systematic use of digital tools, media, and pedagogical strategies to enhance learning outcomes. In modern higher education, it includes learning management systems (LMS), digital learning platforms, multimedia resources, and interactive instructional designs that support both teaching effectiveness and student engagement.

The Role of Instructional Media in Digital Learning

Instructional media play a crucial role in helping educators deliver content more effectively and enabling students to understand complex concepts more clearly. Digital media such as educational videos, infographics, podcasts, and interactive modules have proven to increase motivation, participation, and meaningful learning.

Types of Digital Instructional Media

  • Visual media: digital presentations, charts, and infographics
  • Audio-visual media: instructional videos and educational animations
  • Interactive media: online quizzes, simulations, and learning applications
  • Web-based media: academic blogs, e-modules, and LMS platforms

Benefits of Educational Technology for Students

For students, the integration of educational technology provides greater access to learning resources, encourages self-directed learning, and develops critical thinking and digital literacy skills. Students become active participants in the learning process rather than passive recipients of information.

The Changing Role of Faculty in the Digital Age

In the digital era, faculty members are no longer viewed solely as content transmitters. Instead, they function as facilitators, instructional designers, and academic mentors. Effective educators carefully select technologies and media that align with learning objectives and student needs.

Strategies for Integrating Technology into Teaching

  • Designing courses based on Outcome-Based Education (OBE)
  • Using relevant and contextual digital instructional media
  • Encouraging collaborative and technology-supported learning
  • Implementing fair and objective online assessment methods

Challenges and Ethical Considerations

Despite its many advantages, the use of educational technology also presents challenges, including unequal access to technology, varying levels of digital literacy, and ethical concerns related to data privacy and academic integrity. Educators must adopt responsible and ethical approaches to ensure technology supports meaningful learning.

Conclusion

Educational technology and instructional media in the digital age offer strategic opportunities to enhance the quality of higher education. When used thoughtfully and pedagogically, digital tools can foster effective learning, innovation, and the development of essential 21st-century skills among students.


Written by:
Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif bagi Mahasiswa dan Dosen

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif bagi Mahasiswa dan Dosen

Teknologi dan Media Pendidikan di Era Digital: Strategi Pembelajaran Efektif untuk Mahasiswa dan Dosen

Perkembangan teknologi dan media pendidikan di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pembelajaran di perguruan tinggi. Proses belajar-mengajar tidak lagi terbatas pada ruang kelas fisik, melainkan berkembang ke arah pembelajaran berbasis teknologi yang lebih fleksibel, interaktif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Pengertian Teknologi Pendidikan di Era Digital

Teknologi pendidikan dapat dipahami sebagai penerapan prinsip, teori, dan alat teknologi untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Di era digital, teknologi pendidikan mencakup penggunaan Learning Management System (LMS), media digital interaktif, platform pembelajaran daring, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dan multimedia sebagai sarana pembelajaran.

Peran Media Pendidikan dalam Pembelajaran Modern

Media pendidikan berfungsi sebagai perantara yang membantu dosen menyampaikan materi secara lebih efektif dan membantu mahasiswa memahami konsep secara lebih konkret. Media digital seperti video pembelajaran, infografik, podcast edukatif, dan modul interaktif terbukti meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan mahasiswa.

Jenis Media Pendidikan Digital

  • Media visual: presentasi digital, infografik, dan ilustrasi edukatif
  • Media audio-visual: video pembelajaran dan animasi edukasi
  • Media interaktif: kuis daring, simulasi, dan aplikasi pembelajaran
  • Media berbasis web: blog akademik, e-modul, dan LMS

Manfaat Teknologi dan Media Pendidikan bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa, pemanfaatan teknologi dan media pendidikan memberikan akses belajar yang lebih luas, mendorong pembelajaran mandiri, serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga aktif membangun pengetahuan melalui berbagai sumber digital.

Peran Dosen dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi

Di era digital, dosen tidak lagi berperan semata-mata sebagai penyampai materi, melainkan sebagai fasilitator, desainer pembelajaran, dan pembimbing akademik. Dosen dituntut mampu memilih teknologi dan media yang tepat, sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik mahasiswa.

Strategi Dosen dalam Mengintegrasikan Teknologi

  • Menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education (OBE)
  • Menggunakan media digital yang relevan dan kontekstual
  • Mengembangkan pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi
  • Melakukan evaluasi pembelajaran secara daring dan objektif

Tantangan dan Etika Penggunaan Media Digital

Meskipun menawarkan banyak manfaat, penggunaan teknologi dan media pendidikan juga menghadapi tantangan, seperti kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, serta potensi penyalahgunaan media. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan etis dan pedagogis agar teknologi benar-benar mendukung pembelajaran yang bermakna.

Kesimpulan

Teknologi dan media pendidikan di era digital merupakan sarana strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. Dengan pemanfaatan yang tepat, dosen dan mahasiswa dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.


Ditulis oleh:
Dr. Yonas Muanley, M.Th.

Sunday, December 20, 2020

Selamat Natal dan Tahun Baru 2020

Hari kelahiran Yesus Kristus dirayakan oleh seluruh orang Kristen di seluruh dunia. Perayaan Natal ini biasanya dilakukan pada bulan Desember. Bulan ini selalu mengingatkan orang Kristen untuk sebuah peristiwa yang sangat penting yaitu kelahiran sang juru selamat. Tentu kita mengucapkan Puji Tuhan karena kita telah melewati Tahun 2020 dengan keadaan shalom atau Eirene. Shalom dan Eirene tentu memiliki makna yang seajalan, hanya saja asal katanya berbeda. Shalom berasal dari bahasa Ibrani dan Eirene dari bahasa Yunani. Dalam kesempatan ini tentu saya dan keluarga mengucapkan selamat natal kepada seluruh orang Kristen di Jagat Raya ini yang mengadakan perayaan Natal dan Tauhun baru 2021. Jadi, kami mengucapkan:



Kepada saudara-saudara seiman yang merayakan Natal pada bulan Desember tahun 2020, tentu kami mengucapkan selamat Natal 25 Desember 2020 dan selamat tahun baru 1 Januari 2021. Semoga kita tetap dalam penyertaan Tuhan untuk Natal tahun 2020. Selamat merayakan Natal 2020. TUHAN Yesus memberkati. Ia sudah memimpin kita dengan baik pada tahun 2020 dan terus memimpin kita di tahun yang akan datang.

Belanja di Bulan Desember

Menjelang Natal, orang-orang Kristen mempersiapkan diri dengan cara membeli pohon natal dan kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan perayaan Natal.

Sunday, October 25, 2020

Alat-alat Penopang Teknologi Pembelajaran Online

Beberapa bulan yang telah lewat, saya mendapat jadwal mengajar di salah satu Universitas Kristen tertua di Indonesia yang letaknya di bilangan Jakarta Timur. Saya diminta oleh Koordinator mata kuliah Etika Kristen dan Ketua Program Studi untuk mengajar mata kuliah Etika Kristen di mahasiswa semester 1. Para mahasiswa itu dibagi dalam kelas, saya mendapat kelas G. Kelas yang didalamnya ada mahasiswa perbankan dan hubungan internasionla. Setelah itu, beberapa hari kemudian, saya dihubungi seorang mahasiswa dan meminta izin untuk masukan nama saya di wa group kuliah Kelas G. Saya kemudian mengizinkannya. Lalu berselang beberapa waktu, saya ditelp untuk mengajar di Fakultas Hukum. Sayapun menyanggupkan untuk mengajar di kelas Hukum untuk mata kuliah Etika Kristen.

Sebelum kuliah tiba, saya bertanya kepada salah satu mahasiswa (admin wa group kelas Etika Kristen) tentang aplikasi kuliah online yang mereka pakai. Mahasiswa tersebut menjawab mereka menggunakan zoom. Ketika mendengar demikian sayapun mengiayakan dan berusaha download aplikasi zoom di hp untuk selanjutnya dipakai mengajar mahasiswa. Ternyata Hp saya memenorinya sudah penuh. Saya mencoba menghapus beberapa menu namun tetap tidak dapat download aplikasi zoom karena memori tidak memungkinkan.

Saya kemudian download di laptop dan berhasil. Hanya kendalanya yakni laptop keluaran tahun 2007 dan tidak punya mata (tidak ada camera) pada laptop tersebut. Saya kemudian bertanya kepada teman-teman di kantor. Ada yang menyatakan tidak bisa. Saya kemudian menelepon kepada teman yang biasanya menjadi langganan saya untuk service laptop. Teman itu katakan bisa. Sayapun respon dengan penuh semangat dan pergi ke tempat teman untuk instal camera web di laptop. Camera web yang saya pakai sesuai rekomendasi teman seharga Rp 260.000.00 (harga second).

Setelah itu saya pulang ke rumah dan keesokan harinya saya mulai menggunakan laptop saya yang sudah berusuia 12 tahun,10 bulan. Anda bayangkan saja laptop yang sudah berusia demikian. Pasti sangat hati-hati memnggunakan laptop demikian karena badan laptop rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu saya sangat berhati-hati menggunakannya. Sebenarnya ingin membeli laptop yang baru yang ada cameranya. Namun faktor histori dari laptop ini yang mengantar saya sukses menyelesaikan program Doktor Teologi (menggunakan laptop bekerja dapat duit) dan membayar uang kuliah dan beberapa kebutuhan saya dalam hal mengajar dan juga biaya kuliah anak maka saya belum mengganti laptop ini. Sebagai cadangan, saya membeli Samsung Tab A dan beberapa fasilitas mengajar online seperti camera web, headset dan tempat dudukan tablet seperti nampak dalam gambar berikut.

 

Foto di atas menunjukkan beberapa alat yang saya pakai sebagi media pembelajaran online. Media yang saya maksudkan yaitu melalui alat-alat tersebut saya menyampaikan pesan (materi ajar) kepada para mahasiswa secara online. Saya mengajar online dari kantor dan bahkan juga dari rumah dengan menggunakan alat tersebut di atas. Ada headp set game, yaitu alat yang dipakai untuk bermain game sambil berbicara. Saya membeli alat itu dengan harga Rp 140.000,00. Kemudian ada webcam yang letaknya di tengah didepan Tablet, lalu disamping Table ada tempat dudukan handphone dan Tablet. Bila dipasang Tablet pada alat dudukan di atas maka tampilannya sbb:


Berdasarkan apa yang saya tulis di atas, alat-alat penopang teknologi pembelajaran (belajar-mengajar) pada masa pandemi Corona-19 yakni:
1. Webcame. Bila punya laptop dan tidak punya camera maka kendala tersebut di atasi dengan cara beli webcame dan pasang di laptop. Ada yang langsung terinstal sendiri, kita tinggal ikut instruksi dan klik sampai finish.
2. Headset. Bila tidak jelas suara kita ketika menggunakan laptop untuk mengajar maka kita dapat menggunakan head set. Saya menggunakan head set gamer. Artinya head set yang dirancang untuk permainan game, kita dapat membeli dan menggunakannya. Tentu colok ke bagian headset (lubang) yang ada di laptop. Setelah itu kita dapat mengajar secara baik karena suara terdengar jelas kepada peserta yang menjadi peserta kuliah atau yang mengikuti mata kuliah yang kita ajarkan.
3. Tempat dudukan Tablet. Alat ini dijual di toko-tokok komputer atau tempat menjual asesori laptop dan handphone dll. Saya membeli tempat dudukan tab atau Tablet PGC Jakarta Timur
4. Tablet. Anda dapat membeli tablet dari mereka apa saja. Yang penting dapat dipakai untuk kuliah online dll.

Saya senang karena saya memiliki alat-alat di atas memlalui sebuah pergumulan panjang. Sebenarnya gampang untuk membelinya karena harganya tidak terlampau mahal. Misalnya salah satu alat teknologi pembelajaran online seperti  Samsung Tab A seharga Rp 2.500.000,00 dan headset seharrga Rp 140.000,00 serta alat untuk dudukan tablet seharga Rp 40.000,00

Dengan alat-alat yang telah disebutkan di atas, kini saya dapat menggunakannya dalam  mengajar secara online melalui aplikasi video conference seperti Google meet, Duo, Zoom dan Ms-Team dari mikrosoft. Aplikasi ini sudah tersedia dalam Samsung Tab A.. Saya tinggal download dan menggunakannya untuk keperluan pembelajaran online.

Bila Anda ingin memiliki alat-alat teknologi untuk mengajar online maka Anda dapat mencobanya sesuai kemampuan keuangan Anda. Ada yang bisa langsung membeli, ada pula yang harus menunggu beberapa waktu. Namun kerinduan yang baik pasti ada waktunya untuk dapat diwujudkan. Perwujudan itu dapat terjadi secara mujizat dan alamiah yaitu dengan menyisihkan pendapatan dan bila telah mencukupi maka dapat dipakai untuk membeli alat yang dimaksud. Memang benar bahwa pengeluaran besar dari seorang guru/dosen kadang tidak sebanding yang diperoleh dari honor mengajar. Namun kita tidak boleh menyerah, kita punya kemampuan yang Tuhan karuniakan dalam diri kita. Misalnya kita punya hobi tanam, kembangkan menjadi hobiyang menghasilkan uang. Bagi yang menulis, tulislah apa yang anda hendak bagikan untuk menjadi berguna dengan cara memanfaatkan blog, bila blog sudah berkualitas maka Anda akan terima penghasilan seperti bermitra dengan Advertising dll. Ini buka sekadar teori tetapi saya telah mengalaminya, bahkan lebih tragis lagi yaitu ditirunkan dari mobil sebelum sampai pada terminal. Bagi saya, itu sebuah proses yang menyakitkan tetapi ada manfaat dalam sisi tekne dan logia saya. Secara tekne saya diuji, untuk entrepreneur demikian juga secara logi saya diuji untuk entrepreneur. Ujungnya tercapai alat-alat penopang Teknologi Pembelajaran Online,

 Selamat memanfaatkan alat-alat penopang Teknologi Pembelajaran Online


Semoga bermanfaat 

Salam

Yonas Muanley

Monday, August 17, 2020

Kisah Senyum di 17 AGustus 2020

Kisah Senyum di 17 AGustus 2020

 Pada hari ini 17 AGustus 2020. saya mengikuti kegiatan memperingati Kemerdekaan Negara Republik Indonesia dengan cara ke kantor dan berdoa bersama untuk bangsa dan negara Indonesia yang hari ini memperingati hari kemerdekaan ke-75 tahun. Kami mulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan setelah itu melanjutkan dengan acara rohani yaitu membaca Alkitab dan merenungkan serta mendoakan secara bersama untuk bangsa dan negara, khususnya dalam peringatan hari kemerdekaan RI ke-75 tahun.

Kami hadir dalam jumlah orang yang terbatas dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan yaitu mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak ketika ada bersama untuk kegiatan doa. Acara tersbut kami lakukan dalam kesederhanaan. Peringatan 17 AGustus kali ini kami lakukan dalam kesederhanaan sebagaimana yang menjadi himbauan pemerintah, khususnya DKI. Saya sebut demikian karena kantor tempat saya bekerja sebagai dosen terletak di wilayah DKI. 

Selanjutnya pukul 10.00 sesuai instruksipemerintah DKI (Gubernur) setiap orang dapat merayakan kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara berdiri secara tegap selama beberapa menit dan melakukan perenungan akan kemerdekaan tersebut. 

Selanjutnya pada sore harinya saya membuka email, saya tersenyum karena permohonan saya ke google adsense diterima. Dengan demikian Anda dapat melihat peluang-peluang pesan sponsor yang muncul dalam laman blog ini. Blog ini memang dirancang khusus ntuk mata kuliah "Teknologi dan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen" di Sekolah Tinggi Teologi di mana saya mengajar sebagai dosen.

Menulis dan mempublikasi adalah hobi saya, khususnya melalui blogspot. Saya mulai hobi ini sejak 2007 dan secara serius menggumuli lebih dalam untuk menggunakan blog sebagai bahan ajar online sejak tahun 2010. Saya kemudian membuat sejumlah blog, salah satunya yaitu blog teknologi dan media PAK.

Siapa saja, apakah dosen, mahasiswa,ibu rumah tangga dan lain sebagainya berkarya melalui blog dan menghubungkannya dengan google. Google mempunyai beberapa produk, yaitu google search, google scholar (google akademia), google drive, blogspot, gmail, dan lain sebagainya. Saya menggunakan gmail dan blogspot serta google scholar untuk aktivitas saya sebagai dosen.

Sebagai dosen, saya sudah, sedang dan akan terus menggunakan blogspot, email dari gmail, google drive untuk dijadikan sebagai teknologi yang mendukung pembelajaran. Buktinya saya sudah membuat puluhan blog bahan ajar online dan ada di google. Ketika ada mencari blog bahan ajar online dari saya maka Anda tidak sulit menemukannya. Google sudah bosan dengan nama saya. Saya katakan demikian karena saya salah satu dosen teologi Kristen yang namanya paling banyak ditemukan di google search, sedangkan di google scholar (google akademis) juga sama, Anda akan menemukan nama saya (profil) sebagai penulis.

Intinya kita dapat menjadikan blog sebagai media memuat aktivitas kita sambil kita mencari peluang penghasilan di Google Adsense. Caranya daftar ke Google Adsense.


Salam

Yonas Muanley

Tuesday, March 10, 2020

Teknologi Transformasi Belajar

Teknologi Transformasi  Belajar
Teknologi Transformasi Belajar yaitu sebuah konsep tentang belajar yang membutuhkan alat untuk belajar yang lebih transformatif, yaitu:

1. Belajar menyelidik

Belajar menyelidik adalah belajar yang menekankan pada kemampuan seseorang dalam menggunakan proses dan prosedur intelektual untuk menyelesaikan masalah akademis maupun praktis yang dihadapinya.

Kemampuan belajar demikian dalam bidang ilmu alamiah disebut dengan “belajar menemukan” (discovery learning) atau kemampuan belajar menemukan, sedangkan dalam ilmu budaya, kemampuan belajar menemukan disebut dengan “belajar berkreasi” (creative learning).

Implementasi metode “belajar menemukan” di kelas untuk bidang-bidang kelimuan tertentu menyebabkan berkurangnya ceramah guru maupun dosen. Dengan kata lain, “belajar menemukan” membuat dosen meminimalisasi ceramah sepanjang awal pelajaran hingga akhir pelajaran.

Belajar menyelidik memberi ruang yang besar kepada peserta didik untuk menemukan sesuatu. Para peserta didik mendapat peluang yang lebih besar untuk peserta didik mengadakan penelitian atau mengadakan kegiatan meneliti secara mandiri maupun secara kelompok.
Metode belajar menyelediki membuat peserta didik memecahkan masalahnya sendiri (memecahkan persoalan hidupnya sendiri).
Sering terjadi dalam kehidupan masyarakat yaitu pengetahuan dan penerapannya mengalami perubahan yang relatif cepat.


2. Belajar mandiri

Belajar mandiri merupakan kelanjutan dari belajar menemukan. Belajar mandiri membentuk sebuah kemampuan dalam hal mendapatkan atau memperoleh pengetahuan dan menggunakan pengetahuan tersebut. Keberhasilan dalam kehidupan seseorang diukur dari kemampuan bertindak dan berpikir sendiri dan tidak tergantung pada orang lain.
Belajar mandiri membutuhkan program belajar yang disertai petunjuk belanjar mandiri dengan bantuan guru yang minimal. Selain itu, belajar mandiri membutuhkan pelibatan peserta didik dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajarnya sendiri. Belajar mandiri dapat kita lihat dalam program belajar yang diselenggarakan di UT dengan menggunakan modul belajar.

3. Belajar struktur bidang studi

Belajar strutur bidng studi memungkinkan materi atau informasi dalam bidang studi berkembang sejalan dengan perkembangan pengetahuan. Pendekatan pembelajaran ini menganggap bahwa kemampuan manusia terbatas sementara informasi terus berkembang atau bertambah dan membanjiri kehidupan manusia. Kuatnya arus informasi demikian membuat pilihan-pilihan yang lebih bermakna. Pilihan tersebut yakni mempelajari gagasan umum yang dijadikan sebagai dasar dalam menyusun, menafsirkan, dan memperkirakan gejala yang ada dalam bidang studi itu. Dengan kata lain, setiap orang mesti mempelajari struktur bidang studi. Mempelajari struktur yang dimaksudkan disini dilakukan dengan cara berusaha memahami konsep, prinsip, prosedur, dan model teoritik (Yusufhadi Miarso, 2004:130)

4. Belajar mencapai penguasaan

Mesti diyakini bahwa setiap peserta didik belajar untuk menguasai apa yang dipelajarinya sesuai tujuan pelajaran yang telah ditentukan. Pencapaian tujuan pembelajaran ini menjadi standar bagi seluruh peserta didik atas tugas yang diberikan bersesuaian dengan kemampuannya. Kepada peserta didik diberikan bahan, waktu dan bimbingan yang diperlukan untuk keberhailan peserta didik.
Belajar mencapai penguasaan menjadi transformasi belajar yang diperlukan disamping 3 tranformasi belajar sebelumnya. Belajar mencapai penguasaan memungkinkan seseorang berkarya dalam masyarakat dan dunia kerja secara baik dan berhasil.

Sumber Intisari konsep transformasi belajar: Yusufhadi Miarso, 2004:130

Monday, March 9, 2020

Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran PAK

Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran PAK
Pendidikan Agama Kristen kepada peserta didik di sekolah formal dan perguruan tinggi tidak dilaksanakan di luar ruang dan waktu, ia terbuka dengan perkembangan yang tidak bertentangan dengan iman Kristen. Dengan demikian integrasi teknologi seperti penerapan teknologi tepat guna ke dalam Pendidikan Agama Kristen memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi proses belajar-mengajar.
Itulah sebabnya warga pembelajar Pendidikan Agama Kristen perlu memahami desain, relevansi dan penerapan teknologi pendidikan yang memungkinkan peningkatan minat peserta didik dan memotivasi mereka untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk pembelajaran mereka sendiri.
Dalam aspek empiris sering ditemukan bahwa sebagian besar guru Pendidikan Agama belum secara signifikan mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam proses belajar mengajar di kelas. Para guru lebih banyak menggunakan pendekatan konfensional. Dengan demikian perkembangan teknologi memotivasi pendidik Kristen untuk mengintegrasikan penerapan TIK ke dalam proses belajar-mengajar dalam pendidikan agama yang dilakukan di sekolah.
Dalam penelitian ditemukan bahwa ada pengaruh persepsi Guru tentang Kontribusi TIK terhadap Kinerja Murid dalam Pendidikan Agama Kristen. Semakin baik guru Pendidikan Agama Kristen memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran maka semakin baik pula kinerja peserta didik dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Dengan demikian kehadiran dan pemanfaatan teknologi sangat berguna dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.
Kini kemajuan internet memungkinkan warga pembelajar menggunakan sejumlah teknologi terapan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Misalnya pemanfaatan blended learning dalam Pendidikan Agama Kristen.
Dalam pembelajaran yang menggunakan blended learning, para warga pembelajar memiliki kesempatan belajar secara tatap muka, belajar secara mandiri dengan mendownload materi pelajaran dan melakukan kegiatan belajar mandiri tanpa koneksi internet. Sedangkan unsur lainnya yaitu pembelajaran online. Pembelajaran ini memungkinkan peserta didik berada di rumah maupun tempat kerja sambil menyelesaikan studi.
Perkembangan demikian tentu sangat membahagiakan guru/dosen dan peserta didik/mahasiswa.

Monday, February 3, 2020

Visi dan Misi dan Tujuan Program Studi Homebase

Visi dan Misi dan Tujuan Program Studi Homebase
Perumusan visi, misi dan tujuan sebuah perguruan tinggi menjadi semangat yang olehnya para civitas akademika berkarya sesuai semangat tersebut. Visi sekolah tidak sekadar dirumuskan dan dipacang. Akan tetapi visi itu harus menjadi semangat juang para pimpinan perguruan tinggi seperti ketua dan para waket bersama staf, kaprodi, para mahasiswa dan dosen yang mengajar. Seluruh aktivitas di perguruan tinggi mengarah pada semangat visi dan waktu ketercapaiannya. Dalam hal ini ada homebase, saya punya homebase di STT ini. Oleh karena itu saya memposting apa rumusan visi, misi dan tujuan program studi di

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi dan Misi Institusi

Visi:

Menjadi Lembaga Pendidikan Teologi yang menghasilkan pelayan Tuhan yang hidup kudus, kuat iman dan penuh kasih Kristus dalam pelayanan dan pendidikan tahun 2023

Misi:
1. Menyelenggarakan pengajaran Teologi yang berciri Building Biblical Teology dan PAK yang Alkitabiah dan kontekstual
2. Melaksanakan penelitian dalam bidang teologi dan PAK
3. Melaksanakan pengabdian di gereja, sekolah dan masyarakat
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

VISI PRGRAM STUDI DI SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Pendidikan Agama Kristen

Visi Program Studi:

Menjadi Program Studi yang menghasilkan tenaga pendidik yang berkompetensi unggul dalam bidang pendidikan Kristen

Misi Program Studi:
1. Menyelenggarakan proses pembelajaran PAK sesuai firman Allah
2. Melaksanakan penelitian dalam bidang PAK berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Sesuai perkembangan zaman)
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat di gereja dan sekolah sebagai aplikasi hasil pembelajaran PAK
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

Tujuan Program Studi

1. Menghasilkan sarjana pendidikan Kristen yang memiliki ketrampilan dan pengertahuan teologi yang benar dan Alkitabiah
2. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang memiliki kompetensi unggul dalam pendidikan PAUD, Sekolah Dasar, serta Sekolah Menengah Pertama dan Atas
3. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang mampu melaksanakan penelitian dan pengembangan dunia Pendidikan Kristen
4. Menghasilkan tenaga pendidik Kristen yang profesional dan terampil dalam pelayanan gerejawi dan sosial masyarakat


SEKOLAH TINGGI TEOLOGI IKSM SANTOSA ASIH

Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Teologi

Visi Program Studi:
Menjadi Program Studi yang menghasilkan teolog yang andal dalam menghadapi perkembangan zaman

Misi Program Studi:
1. Menyelenggarakan pengajaran teologi yang kontekstual
2. Melaksanakan penelitian teologi yang multikultural
3. Melaksanakan pengabdian masyarakat di gereja dan masyarakat
4. Melaksanakan pengembangan pelayanan sekolah minggu yang unggul

Tujuan Program Studi:

1. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki ketrampilan dan pengertahuan teologi yang benar dan Alkitabiah
2. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki kompetensi unggul dalam pelayanan gereja dan masyarakat
3. Menghasilkan sarjana teologi yang memiliki kecakapan melaksanakan penelitian teologi yang berciri teologi Biblical dan pengembanganya bagi gereja dan masyarakat
4. Menghasilkan sarjana teologi Kristen yang profesional dan terampil dalam pelayanan gereja dan masyarakat

Sunday, February 2, 2020

Mata Kuliah Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen

Mata Kuliah Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen
Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen atau sering disingkat Teknologi dan Media PAK merupakan mata kuliah terapan dalam Program Studi Pendidikan Agama Kristen yang diselenggarakan di perguruan tinggi berbentuk Sekolah Tinggi Teologi yang ada di seluruh Indonesia maupun Universitas Kristen yang menyelenggarakan program studi Pendidikan Agama Kristen. Universitas Kristen yang dimaksud berada di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta kita kenal ada Universitas Kristen Indonesia, di Salatiga ada Universitas Satyawacana Salatiga, Universitas Kristen Petra Indonesia, Universitas Kristen Ambon (UKRIM), Universitas Duta Wacana Yogyakarta. Beberapa universitas ini ada Prodi Pendidikan Kristen, namun ada yang tidak menyelenggarakan program studi Pendidikan Kristen.
Sedangkan di Sekolah Tinggi Teologi, banyak yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Kristen. STT yang menyelenggarakan Program Studi Pendidikan Agama Kristen seperti:
1. STT IKSM Santosa Asih
2. STT Rahmat Emmanuel Jakarta
3. STT Bethel The Way
4. STT Bethel Indonesia
5. STTF Jakarta
6. STT Samuel Elizabet
7. STT Hagios Mission
8. STT Injili Indonesia
9. STT Injili Arastamar
10.STT Moriah Banten
11.STT Pelita Dunia Banten
12.STT Pelita Bangsa
13.STT Pelita Hati
14.STT Tiranus Bandung
15.STT Imanuel Ministry El Shadday
16.STT Sola Fide
17.STT Pais Jakarta
18.STT Stars Luwuk Banggai
Sementara Beberapa STT dan Institut di Luar Pulau Jawa seperti:
1.Institut Kristen Borneo
2.STT Johanes Calvin di Bali
3.STT Syalom Nias
4. STT Kasih Mentawai
5. STT Real Batam
6.STTII Medan
7.STT Ebenhaezer Tanjung Enim
8. STT Baptis Medan
9. STT GKE (Kalimantan Evangelist)
10. STT Eklesia Pontianak, Kalimantan Barat
Program Studi Pendidikan Agama Kristen di STAKN dan Institut
1. STAK Negeri Manado
2. STAK Negeri Palangkaraya
3. STAK Negeri Ambon (kini berubah menjadi Institut Agama Kristen Negeri Ambon)
4. STAK Negeri Sentani Papua
5. STAK Negeri Tarutung (Kini berubah menjadi Institus Agama Kristen Negeri Tarutung)

Perguruan Tinggi Kristen yang disebutkan di atas, tidak secara menyeluruh karena masih ada banyak perguruan tinggi berbentuk Universitas, Institut dan sekolah Tinggi Teologi serta Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri maupun Swasta yang saya tidak sebutkan semuanya. Tentu terlalu banyak.

Hal yang hendak saya katakan disini yakni Teknologi dan Media Pembelajaran Agama Kristen menjadi mata kuliah yang wajib diikuti mahasiswa yang mengambil program studi Pendidikan Agama Kristen di perguruan tinggi yang dipilihnya untuk menjadi tempat ia menyelesaikan studi menjadi pendidik profesional. Pendidik profesiona harus memiliki latar belakang studi yang sesuai prosedur akademik, yaitu waktunya 4 tahun untuk sarjana, sedang 2 tahun untuk magister Pendidikan Kristen. Tidak boleh studi Sarja ditempuh dalam studi singkat hanya beberapa bulan. Harus benar-benar studi sehingga memberi kualitas pengajaran kepada peserta didik.

Semoga bermanfaat

Salam

Teknologi Presentasi Materi Berbasis Mobile

Bahan AJar Online Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Hari ini Minggu tanggal 02 02 2020 tanggal yang unik. Saya bersama isteri dan anak menghadiri ibadah. Dalam ibadah tersebut ada kelas pendalaman iman dengan materi yang diambil dari Alkitab. Saya sampaikan ini karena blog ini adalah blog Teknologi dan Media Pendidikan Agama Kristen.

Saya dan isteri bersama anak sulung berkunjung ke sebuah gereja yang ada di Cinere, yaitu Gereja Presbiterian. Sebagai orang baru yang berkunjuung ke gereja tersebut, saya dan isteri serta anak saya dipersilahkan mengikuti kelas pendalaman materi pelajaran rohani yang diambil dari Alkitab. Topik pembahasannya tentang Perjamuan Kudus. Hal yang membuat saya tertarik dari sisi Teknologi dan Media pembelajaran yaitu pembicara atau pengajar menyampaikan dengan media yang mobile, yaitu sebuah iPad dengan tulisan Samsung dan sebuah media presentasi yaitu infokus mini bertuliskan LG. Saya kemudian memperhatikan hasil presentasi dengan teknologi dan media yang bersifat mobile. Ternyata sangat memuaskan. Saya kemudian mengambil foto melalui handphone yang saya bawa. Saya foto infokus mini tersebut dengan iPad Samsung yang dipakai oleh pembiacara di gereja.

Saya kemudian berusaha mencari di Google untuk dapat membeli kemudian menggunakannya dalam proses pembelajaran di STT di mana saya mengajar. Teknologi dan media yang dipakai itu seperti ini.


Gambar di atas adalah LCD untuk presentasi materi yang saya maksudkan di atas. LCDnya begitu kecil, mudah dibawa kemana-mana, dapat diletakkan di atas meja dan dipantulkan ke layar presentasi. Sementara Media untuk memunculkan materi yaknni menggunakan teknologi mobile dari Tablet dari merek hp tertentu seperti Tab S4. Taablet ini dapat dipakai untuk menggantikan laptop dalam mengerjakan pekerjaan seperti mengetik dan membuat presentasi.

Tablet ini diletakkan di atas meja, kemudian pembicara mulai mengajar peserta yang hadir dalam ruang pendalaman materi Alkitab untuk pendalaman iman. Acara prsentasi berlangsung secara baik. Bila dibanding dengan Laptop, presentasi dengan Tablet seperti menggunakan yang saya sudah sebutkan. Tentu ada banyak tablet yang kita dapat gunakan. Hanya sajayang saya lihat adalah sang pembicara dalam materi pendalaman iman tersebut menggunakan tablet G Tab S4.
Alat di atas dapat juga dipakai dalam proses pembelajaran di Sekolah Tinggi Teologi yang tersebar di seluruh Indonesia. Kita dapat masuk ruang kuliah dengan membawa LCD seperti yang saya cantumkan di atas dan membawa handphone atau Tablet ke dalam ruang kuliah dan melakukan proses pembelajaran secara menyenangkan dan efektif mencapai hasil pembelajaran.

Proyektor yang saya maksudkan di atas adalah proyektor mini untuk presentasi. Dalam hal ini, sudah ada perkembangan teknologi proyektor yang lebih mobile seperti proyektor mini,seperti eLG atau diluncurkan eLG yaitu eLG Bluetooth Minibeam yang menggunakan wireless sehingga presentasi sebuah materi menjadi lebih efektif.



Haikat serta Tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran

Haikat serta Tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran
Bahan AJar Online Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Pada postingan artikel ini saya merevisi artikel terdahulu yang beberapa bagian mengandung unsur pelagiarism, maka saya mencoba menulis ulang untuk menghindari pelagiarism. Dengan kata lain 0 % Pelagiarism. Saya berusaha menggunakan tools pelagiarism untuk mengecek artikel hakikat dan tujuan Teknologi dan MediaPembelajaran. Hasilnya saya sudah katakan tidak ada unsur pelagiarsm dalam artikel ini. Saya menggunakan tools Pelagiarmuntuk mengecek unsur pelagiat. Hasilnya artikel ini unik. Unik karena tidak ada pelagiat didalamnya. Setelah memastikan unsur yang memastikan bahwa tidakada pelagiat maka saya terbutkan artikel dengan judul hakikat, tujuan dan Media Pembelajaran.

Hakikat Media Pembelajaran

Bicara tentang hakikat dan tujuan Teknologi dan Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen maka kita mesti memastikan bahwa pada hakikatnya teknologi sebagai alat ciptaan manusia memang ada. Keberadaan teknologi itu setua dengan kehadiran manusia di bumi. Artinya pada waktu manusia pertama yaitu Adam dan Hawa dicipta oleh Tuhan dan ditempatkan di taman Eden seperti yang disampaikan dalam teks suci Kejadian 1 dan 2, kita dapat penegasan bahwa manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk “memelihara dan mengusahakan taman di mana mereka ditempatkan”. Perintah ini menunjukkan bahwa manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan menghasilkan tekne dari loginya untuk mengatasi masalah yang dihadapi dalam kehidupannya di bumi ciptaan-Nya.

Saya telah katakan bahwa manusia adalah manusia bertekne dan logi. Dua hal ini dapat kita perhatikan dalam kata “manusia dicipta segambar dan serupa dengan TUHAN. Sebagai manusia yang dicipta segambar dan serupa, manusia memiliki kemampuan logi untuk bertekne (melakukan kerajinan dalam menghasilkan sesuatu yang kita sebut alat). Dalam tekne ini ditopang dengan logi. Dengan demikian dalamteknologi berpadu logi dan kerajinan/kesenian.

Mungkin apa yang saya katakana di atas belum dipahami secara baik. Oleh karena itu saya beri contoh saja. Misalnya ketika petani hendak menanam padi di ladang pindahan, biasanya mereka memotongkayu dan merunjung menjadi tajam. Perhatikan dalam membuat alat ini, ada hasil pikiran dan seni dalam meruncing kayu. Seni atau bentuk meruncing kayu tersebut sesuai dengan seni yang ada pada yang meruncing kayu tersebut untuk menanam pada atau jagung di ladang.
Sampai pada uraian ini, kita tegaskan bahwa teknologi secara esensi ada karena adanya manusia. Teknologi itu berkembang sesuai perkembang ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia. Perkembangan teknologiitu menghasilkan beberapa klasifikasi teknologi yaitu teknologi sederhana sampai teknologi canggih yaitu teknologi yang berhubungan dengan arus listrik dan internet (terhubungnya computer di seluruh dunia.

Teknologi ini kemudian menjadi media. Artinya melalui teknologi manusia mendapat informasi. Informasi itu bermacam-macam. Misalnya dalam konteks mengajar, informasi yang dimaksudkan dalam pengertian teknologi sebagai media yaitu isi pelajaran. Melalui media, para pendidik professional dapat menyampaikan pelajaran kepada para peserta didik.
Salah satu pendapat yang searah dengan pernyataan saya dalam deskripsi diatas yaitu Teknologi Pembelajaran semula dilihat sebagai teknologi peralatan, yang berhubungan dengan penggunaan alat dan media di dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran

Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran

Pemanfaatan teknologi sebagai media dalam proses belajar mengajar (pembelajaran) mempunyai tujuan. Dengan demikian tujuan penggunaan media dalam proses pembelajaran dalam Pendidikan Agama Kristen. Saya mengutip pendapat Achsin (1986:17-18) menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah:
(1) terjadinya proses pembelajaran yang tepat guna dan berdaya guna (Efisiensi)
(2) memudahkan pendidik (guru dan dosen) dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik
(3)memudahkan peserta didik memahami materi pelajaran yang diajarkan pendidik (guru dan dosen)
(4) memunculkan keinginan dari dalam diri peserta didik untuk mendalami pengetahuan pada tingkat yang lebih baik /banyak dalam merespon pengajaran guru maupun dosen
(5) meminimalisasi salah pengertian antar peserta didik terhadap materi yang diajarkan guru maupun dosen
Jadi dapat disimpulkan bahwa tujuan penggunaan media adalah:
(1) Efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan pembelajaran
(2) Meningkatkan kemauan belajar peserta didik
(3) Terjadinya variasi metode pembelajaran
(4) Peningkatan aktivitas peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dan belajar

Saturday, February 1, 2020

Fungsi dan Kegunaan Media Pembelajaran

Fungsi dan Kegunaan Media Pembelajaran
Bahan Ajar Mata kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran PAK online kali ini menurunkan artikel tentang Fungsi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

Bila kita hendak menggunakan media pembelajaran maka kita mesti memikirkan apa fungs Media pembelajaran. Setelah itu kita berusaha menggunakan media pembelajaran. Kita menggunakan karena kita sudah tahu fungsi media pembelajaran. Adapun fungsi media pembelajaran yakni:

(1) Setiap peserta didik memiliki pengalaman belajar yang berbeda. Dengan demikian tujuan menggunakan media yaitu upaya mengatasi keterbatasan pengalaman yang ada dalam diri setiap peserta didik. Misalnya cerita tentang Yunus yang ditelan ikan besar. Ikan besar tersebut dapat diumpamakan dengan ikan sebesar hiu. Ada peserta didik yang karena tinggal di pesisir pantai sehingga tidak asing lagi ikan hiu, sementara mereka yang belum pernah melihat hiu, pasti bertanya-tanya tentang apa itu hiu dan besarnya seperti apa. Disini pengalaman peserta didik berbeda dalam sebuah objek belajar yaitu tentang ikan hiu. Peserta didik yang sudah pernah ke Ancol, akan melihat ikan-ikan besar seperti lumba-lumba dan hiu. Sementara yang lain belum. Inilah yang dimaksud dengan pengalaman yang berbeda dalam hal suatu pengalaman belajar. Dengan mengunakan media seperti menunjukkan kepada anak melalui gambar hiu atau menunjukan melalui video Yutube.

(2) Media berfungsi untuk melampaui ruang belajar. Dalam hal ini pengalaman belajar tidakdapat terjadi secara langsung. Itulah sebabnya sebagiannya menggunakan media. Dengan begitu media berguna mengatasi keterbatasan ruang belajar atau melampaui ruang belajar. Ada pula objek belajar yang sulit dilihat dengan mata telanjang, perlu media
(3) Fungsi media pembelajaran yaitu media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungan belajar.
(4) Peggunaan media pembelajaran berfungsi membuat keseragaman dalam hal pengamatan
(5) Media belajar bermanfaat untuk memberi kontribusi dalam hal konsep atau pemahaman yang benar, konkrit dan sesuai fakta
(6). Fungsi media pembelajaran yaitu media menolong peserta didik dalam peningkatan kemauan belajar
(7) Media belajar bermanfaat untuk mendorong atau faktor intrinsik peserta didik untukbelajar
(8) Media pembelajaran berfungsi memberikan pengalamanbelajar yang menyeluruh mulai dari yang konkrit sampai abstrak

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teknologi dan media pembelajaran mendatangkan ragammanfaat bagi guru dandosen serta peserta didik dan mahasiswa dalam hal pembelajaran yang berlangsung dalam proses pembelajaran maupun belajar di rumah, kost, apaertemen dll.

artikel di atas memenuhi unsur 100 % unik, bebas plagiarism.

Semoga bermanfaat

Kriteria Media Pembelajaran

Kriteria Media Pembelajaran
Bahan Ajar Online Teknologi dan Media PAK dengan artikel Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran
Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran menjadi salah satu hal penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media pembelajaran sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Karena penggunaan media pembelajaran menjadi suatu hal yang penting maka perlu diketahui yaitu kriteria memilih madia pembelajaran. Kriteria yang dimaksud antara lain:

(1) Perumusan Tujuan Pembelajaran

Saya sengaja menggunakan kata perumusan tujuan pembelajaran untuk menegaskan bahwa pembelajaran didasarkan pada tujuan yang dihasilkan dari proses perenungan, pengamatan bahkan mengandung unsur filosofis yaitu berpikir mendalam dalam mendapatkan tujuan pembelajaran. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut, seorang guru atau dosen memilih media. Jadi, pilih media pembelajaran itu disesuaikan dengantujuan. Ada tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu jangan kita memilih media secara asal-asalan. Pilih media sesuai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Perumusan tujuan pembelajarandapat dilakukan oleh team tetapi juga secara mandiri oleh guru dan dosen yang mengajar. Namun sebaiknya secara team. Bila belum ada rumusan yang dilakukan oleh team maka kita dapat merumuskan sendiri. Misalnya Anda diminta mengajar MK. Okultisme, bila belum ada tujuan yang dirumuskan maka kita (dosen) dapat merumuskan tujuan pembelajaran Okultisme yaitu: “Mahasiswa mampu mengusir setan dalam namaYesus”. Berdasarkan tujuan ini, silakan buat materi pelajaran yang terdiri dari teori dan praktik (praktik usir setan)


(2) Unsur tepat guna

Pilih media pembelajaran dari unsur yang kedua yaitu aspek tepat guna. Tepat guna disini berhubungan dengan materi. Bila materi yang disampaikan adalah objek yang bisa ditunjukkan dengan gambar maka pilihlah media gambar, demikian juga materi yang memerlukan suara atau praktik tertentu. Dalam hal ini bila mengusir setan dalam nama Yesus maka pilihan media adalah video. Pertunjukkan kepada peserta didik video tentang cara menengking setan dalam nama Yesus. Setan apapun takut akan nama Yesus.

(3) Pertimbangan pada situasi dan kondisi peserta didik

Media memang sangat efektif dalam proses pembelajaran. Namun kita juga harus melihat situasi peserta didik. Bila peserta didik tidak dapat mengakses internet maka para guru tidak dapat menggunakan media audio visual seperti Youtube, demikian juga tugas-tugas seperti prin tugas dalamprin berwarna, sementara situasi peserta didik tidak memungkinkan

(4) Menggunakan Media yang ada

Dalam menggunakan media pembelajaran, tidak dapat memaksakan diri harus adamedia seperti Infokus dll. Oleh karena itu peka terhadap stuasi. Media apa yang tersedia, pergunakan secara baik. Bila guru memiliki rejeki, maka guru dapat berkorban untuk membuat sebuah mdia sehingga berlangsung pembelajaran dengan ragam media pembelajaran.

(5) Biaya

Media pembelajaran tidak harus mahal. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada. Jangan sampai biaya terlalu besar dalam menghadirkan media sementara hasil yang dicapai tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli media pembelajaran

Tuesday, January 28, 2020

Teknologi Pendidikan

Teknologi Pendidikan
Teknologi dan Media Pembelajaran PAK. Teknologi Pendidikan merupakan salah satu mata kuliah terapan dan keahlian dalam Program Studi yang diselenggarakan di Perguruan Tinggi berbentuk Universitas. Mereka yang memilih program studi teknologi pendidikan bertujuan untuk menjadi seorang profesional dalam bidang teknologi pendidikan. Itulah sebabnya ada beberapa Universitas yang menyelenggarakan Program Studi Teknologi Pendidikan. Untiversitas yang dimaksud yakni:

1. Universitas Negeri Malang
2. Universitas Negeri Jakarta
3. Universitas Pendidikan Indonesia
4. Universitas Negeri Semarang
5. Universitas Negeri Yogyakarta
6. Universitas Negeri Padang

Bagi Anda yang punya bakan teknologi dan ingin mempersiapkan diri untuk menjadi berguna bagi orang banyak maka Anda dapat memilih di universitas yang menyelenggaran program studi yang dimaksud, dan setelah selesai Anda dapat memilih bekerja sebagai pendidik profesional maupun pekerjaan non edukasi yang juga bergerak dalam bidang teknologi. Namun cocoknya yakni anda harus bergabung dalam dunia pendidikan karena namanya saja Program Studi Teknologi Pendidikan. Agak aneh kalau Teknologi Pendidikan kemudian menjadi ahli hukum. Bisa saja itu terjadi tetapi jika itu terjadi maka salah pilih program studi. Ya teorinya demikian namun kenyataannya bisa berbeda. Ada lagu buah semangka berdaun sirih.

Teknologi Pendidikan tidak hanya bicara alat tetapi ide-ide dan kerajinan yang bercampur menjadi teknologi. Dalam tenologi pasti ada ide dan alat. Alat tidak akan ada tanpa ide. Keduanya berjalan bersama-sama. Menurut wikipedia, “teknologi pendidikan adalah studi dan etika praktik untuk memfasilitasi dan meningkatkan kinerja belajar. Studi dan etika praktik tersebut dapat melalui penciptaan, penggunaan, pengaturan proses, dan sumber daya teknologi (id.Wikipedia.org). Namun apakah definisi teknologi ini membuat seseorang memahami secara tepat tentang teknologi.Jawabannya bisa ya dan tidak!

Di atas saya telah katakan bahwa pemhaman tentang teknologi itu sedemikian penting. Dikatkan demikian karena teknologi Pendidikan dapat dimengerti dalam beberapa dimensi yaitu proses dan terpadu. Kompleks dan terpadu itu disebabkan karena melibatkan subjek yaitu pelaku yang dalam hal ini manusia, atau teknologi melibatkan orang sebagai pemikir dan penghasil alat serta pengguna, selanjutnya ada prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan, melaksanakan, menilai, mengelola pemecahan masalah yang mencakup semua aspek belajar manusia.”(Wikipedia). Jadi, tidak sesederhana arti tentang teknologi. Teknologi memiliki arti yang luas dan dalam. Itulah sebabnya belajar tidak pernah berhenti pada satu tahap penemuan tertentu. Belajar selalu berlangsung.

Salam

Monday, January 27, 2020

Sunday, December 2, 2018

Himpunan Profesi Menulis dan Publikasi Online Berbasis Blog

Himpunan Profesi Menulis dan Publikasi Online Berbasis Blog

Rencana Membentuk Hipunan Profesi Menulis dan mempublikasi secara Online melalui Blog
Bagi Pendidik Kristen yang memiliki Hobi menulis dan mempublikasi tulisan berupa artikel lepas, bahan ajar, bahan khotbah, tugas sebagai mahasiswa dapat bergabung dalam himpunan yang disebut dengan nama:
Himpunan Pendidik Kristen GoBlog Indonesia (HPKGBI)
1. Ketua : Dr. Yonas Muanley, M.Th. GoBlog bahan ajar di STT IKSM Santosa Asih
2. Wakil : .............................. (masih mencari)
3. Sekertaris : ...............................(masih mencari)
4. Bendahara : ............................... (masih mencari)
5. Anggota :

Silakan isi nama Anda dalam kolom komentar: 1. ..........................
2. ..........................
3. .... dst

Pengertian Teknologi dan Media PAK (S2)

Pengertian Teknologi dan Media PAK (S2)
Salah satu mata kuliah di perguruan tinggi teologi di seluruh Indonesia untuk program studi Pendidikan AGama Kristen yaitu "Mata Kuliah Teknologi dan Media Pembelajaran Agama Kristen." Mata kuliah inidiberikan dengan tujuan untuk menolong mahasiswa menciptakan dan memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran Pendidikan AGama Kristen di SD, SMP, SMA/SMTK dan perguruan tinggi berbentuk universitas, instutut dan sekolah tinggi, termasuk sekolah tinggi teologi.
Unruk maksud ini mahasiswa yang belajar MK. Teknologi dan Media PAK mesti memiliki epistemologi teknologi dan Media PAK yang dimulai dengan upaya menjelaskan pengertian dari Teknologi dan Media PAK.

1.Pengertian teknologi dan media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

Definisi Teknologi Pembelajaran

1.Pengertian teknologi dan media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen

Definisi Teknologi Pembelajaran

Menurut Yusuf Hadi Miarso (2004:165) Teknologi pembelajaran adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang dipakai dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, strukur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan

Ahmad Sudrajat mengabil beberapa definisi tentang teknologi pendidikan sbb:
Teknologi Pembelajaran adalah media yang terbentuk karena revolusi komuniasi yang dipakai untuk kebutuhan proses pembelajaran disamping pendidik (guru dan dosen), buku yang dipakai atau buku teks, serta papan tulis
Teknologi Pembelajaran adalah usaha merancang dan melakukan evaluasi atas seluruh proses belajar-mengajar (pembelajaran) demi mencapai tujuan khusus yang didasarkan pada riset mengenai proses pembelajaran yang memungkinkan terjadinya belajar (perubahan) kognitif, afektif dan psikomotorik.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, kita dapat memeriksa dan mengomentari defini tersebut.
Pertama, definisi Yusuf Hadi Miarso (2004:165) Teknologi pembelajaran adalah proses yang meningkatkan nilai tambah, produk yang dipakai dan atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja, strukur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan
Dalam definisi di atas menekankan bahwa teknologi pembelajaran memberi nilai tambah, memudahkan dan meningkatkan pengalaman belajar. Dengan demikian penggunaan media pembelajaran akan menguntungkan proses pembelajaran dari sisi kemanfaatan yang sudah dirinci.

Kedua, definisi Teknologi Pembelajaran adalah media yang terbentuk karena revolusi komuniasi yang dipakai untuk kebutuhan proses pembelajaran disamping pendidik (guru dan dosen), buku yang dipakai atau buku teks, serta papan tulis.
Dalam definisi yang kedua, teknologi menjadi media atau alat yang olehnya menyampaikan pesan dari pengirim pesan ke penerima pesan atau dari guru kepada peserta didik. Media tersebut lahir sebagai revolusi komunikasi. Kelahiran demikian memberi kemanfaatan dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran akan memberi kemanfaatan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas.

Ketiga, definisi Teknologi Pembelajaran adalah usaha merancang dan melakukan evaluasi atas seluruh proses belajar-mengajar (pembelajaran) demi mencapai tujuan khusus yang didasarkan pada riset mengenai proses pembelajaran yang memungkinkan terjadinya belajar (perubahan) kognitif, afektif dan psikomotorik.
Dalam definisi yang ketiga, teknologi sebagai media memberi keuntungan yang signifikan dalam hal pengalaman belajar peserta didik. Pengalaman belajar yang dimaksud yaitu proses perubahan yang terjadi dalam diri peserta didik.

Artikel 100 % Unik

Kompetensi Dasar Mata Kuliah Teknologi dan Media PAK (S2)

Kompetensi Dasar Mata Kuliah Teknologi dan Media PAK (S2)
Kompetensi Dasar. Merupakan pengembangan dari standar kompetensi. Kini dalam kurikulum KKNI dikenal Capaian Pembelajaran

Sejumlah kemampuan yang mesti diwujudkan para mahasiswa dalam mempelajari mata kuliah ini yang dirumuskan dalam kalimat instruksi sbb:

1. Menjelaskan pengertian teknologi dan media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
2. Menjelaskan dimensi teknologi Pembelajaran
3. Pemanfaatan Teknologi Website (Profesional dan Free) sebagai Media Pembelajaran Online Pendidikan Agama Kristen
4. Mendesain Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Online Berbasis Free Weblog
5. Mendesain Bahan Ajar Pendidikan Agama Kristen Online Berbasis Blog
6. Mendesain Soal UTS dan UAS Berbasis Blog
7. Melaksnakan Jawaban Soal UTS dan UAS Pendidikan Agama Kristen Berbasis Hp Android
8. Memanfaatkan WA sebagai Media PAK 9. Pemanfaatan Youtube sebagai Teknologi Audio Visual Pendidikan Agama Kristen.

Di atas disebutkan bahwa 8 pokok yang dipelajari merupakan instruksi dari dosen kepada mahasiswa yang ditandai dengan kata kerja seperti "menjelaskan, mendesain, melaksanakan, memanfaatkan dll merupakan instruksi terukur yang diperhatikan dosen dalammenjelaskan pokok-pokok materi kuliah, demikian juga mahasiswa menjadi arah belajar yang terstruktur sehingga memudahkan mahasiswa mewujudkan perintah dari setipa pokok di atas (perhatikan kata kerja).

CP dan KD Mata Kuliah Teknologi dan Media PAK (S2)

CP dan KD Mata Kuliah Teknologi dan Media PAK (S2)
Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CP MK)
Mahasiswa mampu menjelaskan dan mewujudkan teknologi pembelaajaran online Berbasis Website (Profesional dan Free Weblog) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen.

Untuk mewujudkan capaian pembelajaran mata kuliah Teknologi Pembelajaran pada Pendidikan Agama Kristen maka beberapa kompetensi dasar yang perlu diselesaikan yaitu:

Kompetensi Dasar

1. Menjelaskan pengertian teknologi dan media Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen
2. Menjelaskan dimensi teknologi Pembelajaran
3. Pemanfaatan Teknologi Website (Profesional dan Free) sebagai Media Pembelajaran Online Pendidikan Agama Kristen
4. Mendesain Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Online Berbasis Free Weblog
5. Mendesain Bahan Ajar Pendidikan Agama Kristen Online Berbasis Blog
6. Mendesain Soal UTS dan UAS Berbasis Blog
7. Melaksnakan Jawaban Soal UTS dan UAS Pendidikan Agama Kristen Berbasis Hp Android
8. Memanfaatkan WA sebagai Media PAK 9. Pemanfaatan Youtube sebagai Teknologi Audio Visual Pendidikan Agama Kristen.